Oke, masih tentang #VoluntripChallenge #SepekanBercerita #Day6 nih. Dan pertanyaan hari ini adalah;
"Siapakah orang yang dijadikan rujukan tentang sejauh mana anda melangkah?"
Mungkin gitu kurang-lebihnya, karena pertanyaan hari ini susah sekali dipahami. Hehe. Mungkin maksudnya siapa aja yang jadi alesan buat terus melangkah kali ya?
Ngomong-ngomong soal orang-orang yang dijadikan rujukan sejauh mana gua melangkah, ada beberapa orang yang menjadi alasan untuk gua bisa melangkah sampai sekarang. Dan orang-orang tersebut adalah;
1. Nabi Muhammad SAW
Jelas, beliau adalah manusia yang paling mulia dan wajib banget dijadiin panutan dan rujukan untuk kita bisa melangkah. Mulai melangkah memperbaiki akhlak seperti beliau, dan juga melangkah mengikuti ajaran dan sunah-sunah dari beliau.
2. Orang Tua
Ada satu quotes yang sering gua baca tiap semangat gua mulai kendor, kira-kira bunyinya kayak gini :
Okay sekian dulu ah tulisan gua kali ini, semoga kalian yang baca ininyesel, eh maksudnya terhibur. Hehe.
Inget, tulisan ini gak bisa menyelesaikan tugas kuliah apalagi skripsi kalian, tapi seenggaknya tulisan ini bisa menghibur kalian, tapi seenggaknya bisa jadi hiburan bagi kalian yang suntuk dengan keadaan dan mantan yang gentayangan.
Bandung, 22 Januari 2017
"Setiap kali aku malas belajar, aku akan ingat ada orang yang bekerja keras menyekolahkanku, ada orang yang selalu menyebut namaku dalam doanya, ada orang yang selalu membanggakanku,dan ada mimpi yang harus menjadi nyata"Ya, quotesnya sederhana, tapi ngena! Dan kalo ditanya siapa orang yang gua inget saat baca quotes itu, ya jawabannya pasti orang tua gua. Mereka yang selalu bekerja keras demi kuliah gua saat ini biar gak kekurangan di perantauan walaupun harus kekurangan di rumah, mereka yang ditiap sujud dan setelah sholatnya selalu menyisipkan nama gua, dan mereka yang selalu membanggakan gua didepan orang banyak yang sering meremehkan. Harapan mereka gak banyak, cuma kepengen gua bisa pake toga dan jadi sarjana yang tentunya dengan ilmu yang juga dimiliki ya, hehe.
3. Kamu
Orang selanjutnya yaitu kamu yang masih dirahasiakan namanya, hehe. Kamu yang jadi alesan gua buat terus melangkah lebih baik sampe sekarang. Biar saatnya nanti tiba untuk ketemu kamu, gua udah jadi orang yang bener-bener baik buat kamu.
4. Mantan
Nah ini! Kampret satu ini perannya vital dalam gua melangkah sekarang. Tanpa ini kampret dan kejadian menyakitkan itu, mungkin gua masih nyaman dengan cinta-cintaan ala anak alay, mungkin gua gak akan bisa berfikir maju, mungkin gua masih terus ngelawan orang tua, mungkin juga gak bisa jauh ngerantau demi melangkah menggapai cita-cita karena gak bisa jauh dari dia. Karena dia dan kajadian beberapa tahun lalu, akhirnya bikin gua mikir buat memperjuangkan masa depan dulu, baru memperjuangkan cinta. Dan kalo ada waktu buat ketemu nih orang, gua pengen membelai halus rambutnya, deketin mulut gua ke telinganya, terus bisikin dia gini;
"Makasih lho udah ninggalin gua waktu itu, kalo gak gitu mungkin gua gak akan kayak sekarang ini. Gua tau, sekarang kamu nyesel kaaan? Ciyeee nyesel ciyeee. Makan tuh cinta!"Dan kemudian ketawa jahat. Hahahahahaha.
Okay sekian dulu ah tulisan gua kali ini, semoga kalian yang baca ini
Inget, tulisan ini gak bisa menyelesaikan tugas kuliah apalagi skripsi kalian, tapi seenggaknya tulisan ini bisa menghibur kalian, tapi seenggaknya bisa jadi hiburan bagi kalian yang suntuk dengan keadaan dan mantan yang gentayangan.
Bandung, 22 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar